HERBAGYN

[pgp_title]

HERBAGYN Produk yang di formulasi dengan manfaat utama sebagai penurun kolesterol alami dan beberapa manfaat tambahan lainnya dari produk Herbagyn.

Herbagyn adalah produk herbal alami berijin resmi dari Badan POM RI dengan nomor iji edar POM TR 113 324 151.

HERBAGYN diformulasi dari beberapa bahan alami pilihan yang masing masing mempunyai khasiat nyata dan bekerja sinergis saling mendukung, sehingga menghasilkan produk herbal dengan khasiat yang optimal untuk pengobatan dan penurun kolesterol tubuh.

Manfaat dan khasiat berdasarkan bahan bahan yang digunakan adalah sebagai berikut :

  1. Menurunkan kolesterol tubuh
  2. Efek Antiinflamasi / Anti peradangan
  3. Nutrisi otak, memperlambat kepikunan
  4. Menurunkan tekanan darah / hipertensi
  5. Untuk pengobatan lepra
  6. Pelancar air seni / batu ginjal
  7. Meningkatkan kekebalan tubuh / immunitas
  8. Pencegahan dan pengobatan tumor / kanker

Untuk informasi lebih lengkap mengenai khasiat masing masing bahan dapat dilihat dihalaman lain dalam website ini atau searching di internet.

DESKRIPSI BAHAN HERBAGYN PENURUN KOLESTEROL

Berikut adalah deskripsi bahan HERBAGYN penurun kolesterol, dibuat dari bahan bahan herbal alami pilihan yang diformulasi untuk menurunkan dan menormalkan kadar kolesterol tubuh.

  1. ALLIUM SATIVUM ( BAWANG PUTIH )
  2. GYNURA PROCUMBENS ( SAMBUNG NYOWO )
  3. CENTELLA ASIATICA ( PEGAGAN )

dan bahan pendukung lain untuk meningkatkan mutu dan kualitas produk.

DESKRIPSI MASING MASING BAHAN

BAWANG PUTIH ( Allium sativum L )

  1. Nama tanaman

Nama lokal: bawang putih

Nama asing: garlic (English)

bawang2

  1. Klasifikasi Tanaman

Divisi : Spermatophyta

Sub divisi : Angiospermae

Kelas : Monocotyledonae

Bangsa : Liliales

Suku : Liliaceae

Marga : Allium

Jenis : Allium sativum L.

  1. Uraian Tanaman

Habitus : Herba annual (2-4 bulan), tegak, 30 – 60 cm.

Batang : kecil (corpus), 0,5 – 1 cm.

Daun : bangun garis, kompak, datar, lebar 0,4 – 1,2 cm, pangkal pelepah membentuk umbi, bulat telur melebar, anak umbi, bersudut, dibungkus oleh selaput putih, pelepah bagian atas membentuk batang semu.

Bunga : susunan majemuk payung sederhana, muncul disetiap anak umbi, 1-3 daun pelindung, seperti selaput.

Tenda bunga : enam daun, bebas atau berlekatan di pangkal, bentuk memanjang, meruncing, putih-putih kehijauan-ungu (Sudarsono et al., 2006).

Umbi lapis Allium sativum L. berupa umbi majemuk berbentuk hampir bundar, garis tengahnya 4 – 6 cm terdiri dari 8 – 20 siung seluruhnya diliputi 3 – 5 selaput tipis serupa kertas berwarna agak putih, tiap siung diselubungi oleh 2 selaput serupa kertas, selaput luar warna agak putih dan agak longgar, selaput dalam warna merah muda dan melekat pada bagian padat dari siung tetapi mudah dikupas; siung bentuk membulat dibagian punggung, bidang samping rata atau agak bersudut.

  1. Kandungan dan Manfaat Tanaman

Kandungan kimia dari Allium sativum L. yang memiliki aktivitas biologi dan bermanfaat dalam pengobatan adalah senyawa organosulfur (Martinez, 2007). Kandungan senyawa organosulfur ini antara lain:

  1. Senyawa S-ak(en)-il-L-Sistein sulfoksida (ACSOs), contohnya alliin dan γ-glutamilsistein, senyawa yang paling banyak terdapat dalam bawang putih. Alliin bertanggung jawab pada bau dan citarasa bawang putih, asam amino yang mengandung sulfur, dan digunakan sebagai prekusor allicin. Alliindan senyawa sulfoksida yang lain, kecuali sikloalliin, segera berubah menjadi senyawa thiosulfinat, seperti allicin, dengan bantuan enzim alliinase ketika bawang putih segar dicincang, dipotong, maupun dikunyah secara langsung (Amagase, 2006). Alliin memiliki potensi sebagai antibakteri.
  2. Senyawa sulfur yang volatil seperti allicin. Allicin merupakan senyawa yang kurang stabil, adanya pengaruh air panas, oksigen udara, dan lingkungan basa, mudah sekali terdekomposisi menjadi senyawa sulfur yang lain seperti dialil sulfida.
  3. Senyawa sulfur yang larut dalam lemak seperti diallyl sulfide (DAS) dan diallyl disulfide (DADS).
  4. Senyawa sulfur larut air yang non volatil seperti S- allil sistein (SAC), yang terbentuk dari reaksi enzimatik γ-glutamilsisteine ketika bawang putih diekstraksi dengan air (Amagase, 2001). SAC banyak terdapat dalam berbagai macam sediaan bawang putih, merupakan senyawa yang memiliki aktivitas biologis, sehingga adanya SAC dalam sediaan bawang putih sering dijadikan standar bahwa sediaan bawang putih tersebut layak dikonsumsi atau tidak (Amagase, 2006).

Umbi Allium sativum L. berkhasiat sebagai obat tekanan darah tinggi, meredakan rasa pening di kepala, menurunkan kolesterol,dan obat maag (Sri Sugati et Hutapea, 1991). Disamping itu digunakan pula sebagai ekspektoransia (pada bronkhitis kronis), karminativa (pada keadaan dispepsia dan meteorismus) (Hansel, 1991).

Pengetahuan tentang manfaat Allium sativum L. dalam pengobatan sudah ada sejak tahun 1550 sebelum masehi, dimana orang-orang Mesir menggunakan bawang putih untuk mengobati berbagai penyakit (Yang, 2001).

5. Penelitian Mekanisme Antikanker

Berbagai penelitian epidemiologi yang berkembang menyebutkan bahwa Allium sativum L. dan berbagai tanaman lain yang mengandung senyawa organosulfur dapat mencegah terjadinya kanker pada manusia, termasuk kanker kolon (Reddy et Rao, 1993).

Penelitian lain yang memperkuat bahwa bawang putih dapat digunakan sebagai kemopreventif kanker kolon dilakukan dengan membandingkan antara SAC dan SAMC yang dikandung oleh bawang putih pada sel kanker kolon HT-29 dan SW-480. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah SAMC dapat menghambat pertumbuhan serta mengistirahatkan sel pada fase G¬2 – M dan menginduksi terjadinya apoptosis (Shirin et al., 2001).

Bawang putih yang tersedia di pasaran internasional tersedia dalam empat macam bentuk yaitu minyak esensial bawang putih, maserat minyak bawang putih, serbuk bawang putih (yang dikenal sebagai Garlicin), dan aged garlic extract (AGE). Penelitian yang sudah dilakukan membandingakan antara AGE dengan bentuk olahan bawang putih yang lain seperti jus bawang putih mentah (raw garlic juice), jus bawang putih yang dipanaskan (heated garlic juice), dan serbuk bawang putih masak. Jika dilihat aksi farmakologinya, maka AGE lebih poten dalam menghambat pertumbuhan sel sarkoma-180 yang ditransplantasi pada tikus, dibanding dengan bentuk olahan bawang putih yang lain (Kasuga et al., 2001).

Efek antikanker dari Allium sativum L. juga dapat diperkuat dengan adanya senyawa organoselenium dibanding senyawa organosulfur yang analog. Organoselenium yang disintesis di laboratorium, dialil selenida, 300 kali lebih efektif jika dibanding dialil sulfida dalam melindungi induksi DMBA pada kanker payudara tikus. Lebih jauh lagi benzil selenosianat dapat menghambat induksi azoxymetana kanker kolon pada tikus (El-Bayoumy et al., 2006).

 

Dapatkan produk HERBAGYN

Hanya dari distributor resmi PT. Natural Nusantara (NASA).

Untuk respon cepat dan konsultasi hub

: WA/SMS/Telp : 085 878 404 414

WHATSHAPP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: